TRANSLATE THIS BLOG

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 10 November 2011

malakah Administrasi Pendidikan dan Manajemen Pendidikan


PEMBAHASAN
Untuk lebih memahami administrasi dan manajemen kita harus lebih memahami administrasi dan manajemen, ketika didalam kehidupan tidak adanya interaksi yang terjadi tidak berjalan dengan baik. Begitupun, administrasi dan manajemen organisasi dapat berjalan dengan baik dan benar.
Tidak ada satu hal untuk abad modern sekarang ini yang lebih penting dari administrasi (Charles A Beard).
A. Administrasi Pendidikan   
1. Pengertian Administrasi  
Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas/pikiran tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. (Sondang P.Siagian).
Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilaksanakan oleh kelompok orang dalam bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. (The Liang Gie). 
Administrasi adalah usaha bersama untuk mendaya-gunakan semua sumber dan efisien guna untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan (Depdikbud RI). 
Administrasi pendidikan adalah segenap proses pengarahan pengintegrasian material yang bersangkut-paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. (M. Ngalim Purwanto).
Administrasi pendidikan adalah suatu proses kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, pengkoordinasian, pembiayaan dan pelaporan dengan menggunakan atau memanfaatkan material yang tersedia baik personel, material maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien (Depdikbud RI).
  • Tiga Makna Administrasi
Administasi sebagai seni adalah suatu proses yang diketahui hanya suatu proses yang diketahui hanya permulaannya sedang akhirnya tidak ada.
Mempunyai unsur 2 tertentu, yaitu : ada tujuan yang hendak dicapai, ada tugas atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan, adanya peralatan dan perlengkapan untuk melaksankaan tugas-tugas. Sebagai proses kerjasama.
2. Peralatan dan perlengkapan adm
a.    Jumlah orang yang terlibat;
b.    Sifat dan tujuan yang hendak dicapai;
c.    Ruang lingkup serta aneka ragamnya tugas tugas yang hendak dijalankan;
d.    Sifat yang dapat diciptakan dan dikembangkan. (to be continued).
Secara “aksiomatis” dapat dikatakan bahwa semakin sedikit jumlah orang yang terlibat, semakin sederhana tujuan yang hendak dicapai serta makin sederhana tugas-tugas yang hendak dilaksanakan, semakin sederhana pula peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan.
Sifat, ruang lingkup dan bentuk kegiatan adm berbeda dari zaman ke zaman yang lain; ia berbeda pula dari satu masyarakat ke masyarakat yang lain; ia berbeda pula dari satu waktu dan kondisi ke lain waktu dan kondisi. 
3. Jenis-Jenis Administrasi
Administrasi Negara
Administrasi Negara Secara Singkat dan sederhana dapat didefinisikan sebagai keseluruhan kegaitan yang dilakukan oleh seluruh aparatur pemerintah dari suatu negara dalam usaha mencapai tujuan negara.
Administrasi Niaga  
Administrasi niaga dapat didefinisikan sebagai keseluruhan kegiatan mulai dari produksi barang atau jasa tersebut di tangan konsumen.
Administrasi Manusia
Manusia sebagai mahluk termulia di muka bumi semakin lama semakin cerdas. Kecerdasan yang semakin cerdas itu mengakibatkan manusia telah dijuluki dengan berbagai predikat seperti homo faber, homo sepiens, homo politicus dan homo ekonomikus. Manusia modern adalah homo administracus serta organizationman. 
4. Dasar-Dasar Administrasi
Dasar Administrasi  
  1. Prinsip Efisiensi, Seorang administrasi akan berhasil dalam tugasnya bilamana dia efisien dalam menggunakan semua sumber tenaga, dana dan fasilitas yang ada. 
  2. Prinsip Pengelolaan, Administrasi akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien melalui orang-orang lain dengan jalan melakukan pekerjaan manajemen, yakni merencanakan, mengorganisasikan, mengerahkan dan mengontrol. 
  3. Prinsip Pengutamaan Tugas Pengelolaan, Jika disertai pekerjaan manajemen dan operatif dalam waktu yang sama, seseorang administrasi cendrung untuk memberikan prioritas pertama pada pekerjaan operatif. 
  4. Prinsip Kepemimpinan yang Efektif , Seorang administrator yang berhasil dalam tugasnya apabila ia menggunakan gaya kepemimpinan yang efektif yang memperhatikan dimensi-dimensi hubungan antar manusia (human relationship), dimensi pelaksanaan tugas dan dimensi situasi dan kondisi yang ada.
  5. Prinsip Kerjasama, Seorang administrator akan berhasil baik dalam tugasnya bila ia mampu mengembangkan kerjasama diantara orang-orang yang terlibat, baik secara horisontal maupun secara vertikal.
5. Tujuan Administrasi
Menurut Sergiovanni dan Cever (1975) ada 4 tujuan administrasi yaitu : efektivitas produksi, efisiensi, kamampuan menyusuikan diri (adaptiveness), dan kepuasan kerja. Keempat tujuan tersebut dapat digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan suatu penyelenggaraan sekolah.
1. Pengertian-Pengertian
  1. Administrasi adalah fungsi dari pada, atau apa yang harus dijalankan oleh setiap orang yang memimpin atau mengepalai kantor.
  2. Organisasi adalah struktur tata-pembagian kerja dan struktur tata-hubungan kerja antara sekelompok orang yang masing-masing memegang dan menjalankan jabatan (job), posisi (position) atau fungsi (fungtion) dan yang harus bekerjasama secara tertentu (melalui sistem) untuk mencapai atau menyelesaikan suatu tujuan bersama yang tertentu.
  3. Managemen adalah perencanaan, pengaturan, pembinaan, dan pengawasan dari pada semua macam kegiatan organisasi.  
2. Istilah-Istilah dalam Manajemen
Sesuai dengan jenis atau tipe manajemen, dalam Bahasa Indonesia terdapat berbagai istilah yang dipergunakan tapi yang lebih sering digunakan adalah manejemen. Adapun istilah-istilah yang terkenal adalah:
Pengurus atau pengurusan; adalah manajemen yang diangkat melalui pemilihan, dan oleh sebab itu dalam menjelankan menajemen bersifat demokrastis.
Ketatalaksanaan; adalah menajemen yang bersifat manata, mengatur pelaksanaan, dan melaksanakan keputusan-keputusan atau perintah-perintah atasan.
Pengelolaan; adalah manajemen daripada sumberdaya-sumberdaya, misalnya pengelolaan personil, pengelolaan kuangan, pengelolaan material dan sebagainya.
Pengendalian; adalah manajemen daripada situasi atau kondisi, misalnya pengendalian wilayah, adalah manajemen keamanan dan ketertiban wilayah.
Pembinaan, adalah manajemen yang bersifat pengembangan dari pada jiwa atau kemampuan atau keahlian seseorang atau orang-orang, kelompok, masyarakat. Misalnya pembinaan ditekankan pada pembinaan masyarakat.  
3. Aspek Penting Manajemen
  1. Manajemen merupakan suatu bentuk kerja artinya tanpa kita memahami dan menjalankan “kerja” kita tidak akan bisa menjalankan manajemen, karena manajemen itu adalah bekerja di dalam, dengan dan melalui suatu team atau kelompok orang-orang pekerja.
  2. Manajemen merupakan suatu sistem kerja, merupakan serangkaian prosedur-prosedur kerjasama tertentu. 
  3. Manajemen merupakan fungsi yang harus dijalankan oleh orang yang berfungsi memimpin dan mengendalikan organisasi sebagai suatu sistem kerjasama. Orang itu disebut manager.
4. Tipe-Tipe Manajemen
Jika mempelajari sejarah bahwa setiap masyarakat manusia itu selalu terdiri atas 3 golongan orang-orang yaitu: 
  1. Golongan pemimpin, terdiri atas orang-orang yang bakat atau kesenangannya adalah menggerakkan atau memimpin orang-orang lain, 
  2. Golongan menengah, golongan independen terdiri atas orang-orang yang perhatiannya dicurahkan kepada ilmu, keahlian, kejuruan, tehnik dagang, kedokteran, hukum, 
  3. Golongan bawahan terdiri atas orang-orang yang tidak mampu atau mememang tidak senang mengurus dirinya sendiri sehingga kesenangannya adalah mengikuti orang lain sebagai pemimpin mereka. 
5. Tipe-Tipe Leadership Manajemen
Dilihat dari segi tipe leadership yang menjadi inti pada manajemen, maka dapat dibedakan berbagai tipe manajemen yaitu:
1.    Manajemen tradisional
2.    Manajemen Bapak-Isme
3.    Manajemen Sistematis
4.    Manajemen Ilmiah atau Scientific Management
Manajemen Tradisionil
Manajemen tradisionil adalah manajemen yang berjalan karena tradisi, berdasarkan kebiasaan yang dipupuk secara bertahuan-tahun dan seringkali secara sistematis. Manajemen tradisionil bukanlah manajemen yang tidak baik, hanya kelemahannya terutama pada 2 hal :
  1. Pengembangannya lambat sekali, memerlukan waktu bertahun-tahun mungkin sampai puluhan tahun. 
  2. Penggunaannya terbatas, hanya dapat dipakai dalam mengahadapi bidan usaha atau pekerjaan yang terbatas. Pada jaman pendudukan Jepang manajemen tradisionil ini mulai hilang oleh karena tenaga-tenaga (Belanda) yang menggerakkan dan menghidupkan tradisi tersebut ditawan dan dibunuh.
Manajemen Bapak- Isme
Adalah manajemen yang berjalan karena pandangan dan ketaatan bawahan terhadap menager-nya sebagai bapak sudah sepatutnya atau sepantasnya ditaati dan dituruti kemauannya sebalik-baliknya. Jadi disini ketaatan dan ketertiban itu terdasar atas perasaan segan dan sayang kepada si bapak. Manajemen bapak-isme dapat berjalan memandang terhadap atasannya sebagai bapak, dan selama atasan itu dalam sikap serta sepak terjangnya memang dapat memperoleh respek.

Kelemahan manajemen Bapak-Isme
  1. Pengurusan dari pada hal-hal yang zakelijk (tegas) didasarkan atas perasaan, sehingga selalu akan gagal.
  2. Penggantian pimbinaan sukar, oleh sebab tidak banyak orang yang dapat berperan sebagai bapak.
  3. Manajemen semacam itu hanya dapat digunakan dalam lingkungan usaha kecil.  
  4. Kerjasama atas dasar perasaan, lambat laun akan mengalami keretakan yang tidak dapat diperbaiki dengan menggunakan perasaan.
Dalam manajemen bapak-isme ini, segalanya akan mengikuti kepribadian dan kemampuan si bapak, tatacara kerja, luas dan bentuk organisasi, norma-norma kepegawaian, dan sebagainya.
Dengan demikian maka jelaslah bahwa manajemen tidak dapat berlangsung menurut asas-asas yang rasionil menuju efisiensi dan peningkatan produktifitas, melainkan didorong oleh rasa mengabdi kepada si bapak, dan semua orang mengikuti apa kata atau kehendak bapak. Tapi apabila si bapak bisa berfikir rasionil dalam menjalankan fungsi manajemen maka ini merupakan tipe manajemen yang unik dan ampuh.
Manajemen Sistematis
Adalah jenis manajemen yang terutama digemari oleh para insinyur dan tehnisi pada umumnya berjiwa eksakta. Penyelenggaraan pekerjaan dalam rangka manajemen sistematis ini, termasuk orang-orangnya dan alat-alatnya dipola sebelumnya menurut dari tindakan-tindakan serta gerak dari jumlah-jumlah atau kualitas-kualitas kerjanya. Waktu yang diperlukan diukur dan ditentukan untuk setiap pekerjaan, dan disusun dalam skema-skema atau ”networkplan” atau sistem yang rapi dan kompleks, dimana setiap pekerjaan dan peralatan kerja berikut material sudah ada seolah-olah hanya tinggal memencet tombol atau menggerakkan orang-orang menurut skema yang telah disiapkan secara rapi.
Kelemahan manajemen Sistematis
  1. Manajemen seperti ini hanya mungkin untuk diperkerjaan-pekerjaan yang dapat diukur dan dikalkulasi secara eksak, kemudian di tata seperti permainan tata letak.
  2. Kurang luwes, memerlukan pekerja-pekerja yang dapat bekerja mekanis-rasionil, dan terutama sukar guna mengikuti keadaan yang berubah serba cepat. 
  3. Mempunyai kecendrungan untuk memperlakukan sebagai mesin atau robot
Manajemen Ilmiah
Adalah manajemen yang : (a) menggunakan ilmu pengetahuan (the lise of science), (b) mempergunakan metode-metode ilmiah (the use of scientific methods) didalam menghadapi masalah-masalah, kasus-kasus, dan tindakan-tindakan yang perlu diambil.
Mempergunakan metode ilmiah dalam menghadapi masalah atau kasus berarti pada waktu menghadapi masalah/kasus dan berusaha mencari jawaban atau jalan pemecahan simanager bersikap obyektif, sistematis, dalam pelaksanaan dari keputusan-keputusan nanti berulah ia bersikap sesuai dengan iklim sosial, psykologis, dan sebagainya.
Metode ilmiah pada garis bersarnya adalah sebagai berikut:
  1. Temukan dan rumuskan apa yang menjadi masalah (identification and identification of the problem)
  2. Berikan jawaban sementara berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dipunyai; pengetahuan yang berasal dari laporan atau cerita orang, surat-surat, dokumen-dokumen, arsip, dan sebagainya, serta pengalaman dimasa lampau yang kadang-kadang menimbulkan intuisi atau feeling atau firasat (hypothesis). 
  3. Cocokan jawaban dengan data dan bahan-bahan informasi berdasarkan fakta-fakta yang harus dikumpulkan. 
  4. Tarik kesimpulan akhir dan ambillah keputusan yang merupakan suatu rencana yang selengkap-lengkapnya mengenai tujuan, sasaran-sasarannya, asas-asas; aspek-aspek yang perlu diperhatikan dan sebagainya.

Jadi jelaslah bahwa manajemen ilmiah itu pada asasnya sederhana saja. Yang sukar dalam prakteknya adalah, bahwa si manager harus mampu berfikir secara Zakelijk dan obyektif di dalam menghadapi berbagai masalah manajemen, jangan sampai dipengaruhi oleh sentimen atau adat kebiasaan dalam mencari keputusan yang tepat, namun tetap bijaksana dan realistis  di dalam pelaksanaannya.



BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN

Administrasi dan manajemen paling membutuhkan karena administrasi tidak akan berjalan kalau administrasi tidak solid dalam proses pelaksanaan begitu jgua mmanajemen, tidak akan berjalan baik jika administrasi tidak solid dalam proses pelaksanaan sebuah organisasi. 


DAFTAR PUSTAKA

  1. Daryanto, M. (1998). Administrasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
  2. Engkoswara.  (1987). Dasar-dasar Administrasi Pendidikan. Jakarta: Depdikbud Ditjen Dikti Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.
  3. Handayaningrat, Soewarno. (1998). Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen. Jakarta: CV Haji Masagung
  4. Sagala, Syaiful. (2005). Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung: Alfabeta.
  5. Said, Chatlinas. (1988). Pengantar Administrasi Pendidikan. Jakarta: Depdikbud Ditjen Dikti Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.


0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Jalanku Untuk-MU